Desa Sasak Sade, Desa Wisata Di Lombok Yang Unik!

LiburMulu.Com – Lombok selama ini sudah begitu terkenal dengan keindahan alam pantainya. Hal ini juga sudah diakui oleh sebagian wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun tentu saja kalau Lombok ini juga kaya akan budaya yang menarik.

Pulau yang eksotis ini juga menawarkan pilihan wisata  menarik yang tak hanya pantai saja. Misalnya dari segi wisata budaya atau sejarah yang juga terdapat di Lombok. Tentu wisata budaya yang ada di Lombok tadi tak kalah menarik dengan wisata alamnya dong?

Selamat datang di Desa Sade, desa wisata paling unik di Lombok Tengah
Selamat datang di Desa Sade, desa wisata paling unik di Lombok Tengah

Salah satu contoh wisata budaya yang ada di Lombok adalah Desa Sade. Di desa wisata Lombok yang satu ini terdapat sebuah desa adat Suku Sasak, yang merupakan penduduk (suku) asli Lombok. Desa Sade yang merupakan desa wisata keren ini  berada di daerah Rambitan tak jauh dari pusat kota. Atau jika dari arah bandara internasional Lombok di Praya, hanya akan memakan waktu tempuh sekitar 15-20 menit saja untuk menuju Desa Sade.

Desa ini tepatnya berada di daerah sekitar jalan raya Praya, tepat di tepi jalan menuju Kuta. Iya, jalan yang menghubungkan antaraMataram-Praya-Kuta. Sehingga letak desa ini tidak teralalu terpencil seperti kebanyakan desa budaya seperti wae rebo yang ada di Flores. Uniknya, meski Desa Sade yang merupakan desa wisata di Lombok ini terletak di tepi jalan raya beraspal mulus, namun tetap menjaga adat istiadat setempatnya.

Selain itu, walau dikenal masih menjaga adat tradisional namun warga sasak di sini tidak menutup diri dari pendatang. Sebagai buktinya desa ini dijadikan sebagai objek wisata untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh kebudayaan Suku Sasak. Siapapun boleh datang kesini, bahkan juga boleh berbelanja oleh-oleh di Desa Sade.

(Baca Juga : Ini Dia Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Ketika Akan Traveling Ke Lombok!)

Atap rumah adat Desa Sade terbuat dari kayu, yang ditutup dengan rumput gajah atau kadang juga diganti dengan alang-alang
Atap rumah adat Desa Sade terbuat dari kayu, yang ditutup dengan rumput gajah atau kadang juga diganti dengan alang-alang

Terlihat dengan jelas dari jalan raya, keberadaan desa ini langsung menarik perhatian siapapun. Selain terlihat mencolok, dari luar langsung terlihat ciri khasnya yang unik. Yaitu bernuansa atap-atap ijuk khas rumah tradisional suku Sasak. Ditambah dengan sebuah papan tulisan Selamat Datang di Desa Sade, tentunya membuat tertarik siapapun yang melihatnya dari jauh.

Suku Sasak ini adalah merupakan suku asli masyarakat Lombok yang sudah ada dari zaman dahulu. Desa adat Sade yang merupakan desa wisata di Lombok ini terdiri dari kurang lebih 150 Kepala Keluarga. Bahkan konon dikabakan kalau kebudayaan suku ini juga tercatat pula dalam Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Nala dari Kerajaan Majapahit, di mana suku sasak dituliskan sebagai Lomboq Mirah Sak-Sak Adhi.

Ini juga menjadi bukti bahwa suku Sasak ini termasuk bagian dari sejarah yang begitu unik, khususnya sejarah di Lombok itu sendiri. Hasil kebudayaan suku Sasak di Desa Sade ini antara lain adalah rumah adatnya yang sangat khas dan memiliki fitur serta makna tersendiri di setiap pembuatannya. Di desa sade ini semua masyarakatnya tinggal di rumah tradisional ini.

Salah satu bahan atap rumah adat Desa Sade, desa wisata di Lombok yang keren
Salah satu bahan atap rumah adat Desa Sade, desa wisata di Lombok yang keren

Dari bagian atap, rumah ini terbuat dari dari ijuk jerami atau rumbia. Sementara itu untuk dinding/bilik rumah semuanya dari bambu. Sebagai lantai, masyarakat suku sasak ini menggunakan campuran getah pohon, abu jerami, dan juga tanah yang kemudian dioles oleh kotoran kerbau untuk dijadikan bahan dasar lantai rumah mereka.

Tapi jangan salah mengira bahwa rumah mereka akan bau karena beralaskan kotoran kerbau, kotoran kerbau tersebut tentunya sudah mengering di mana bakteri penyebab bau nya sudah mati karena sudah dijemur matahari. Kotoran kerbau ini sangat berguna untuk mencegah kelembapan tanah dan juga melicinkan lantai juga menjaga agar suhu udara di dalam rumah tetap dingin.

(Baca Juga : Lombok Itu Surganya Pantai! Dan, Pantai-Pantai Di Lombok Yang Keren Untuk Liburan Ini Rugi Kalau Kalian lewatkan!)

Foto bagian dalam 'Bale' atau rumah adat di Desa Sade, Lombok
Foto bagian dalam ‘Bale’ atau rumah adat di Desa Sade, Lombok

Rumah adat suku sasak di sini hampir semuanya berukuran sama. Kesimanya kira-kira berukuran sekitar 7×5 m dan semuanya menghadap Gunung Rinjani yang juga dianggap suci oleh warga Lombok. Memang Gunung Rinjadi ini dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat bersemayamnya roh leluhur.

Untuk ruangan, rumah adat sasak ini memiliki 2 ruangan utama. Dimana salah satu ruangan untuk anggota keluarga dalam menjalankan aktivitasnya yang lebih privat, sehingga biasanya disebut bale dalam. Yang termasuk bagian bale dalem, di dalamnya terdapat dapur serta kamar tidur. Sementara itu satu lagi untuk anggota keluarga lainnya yang biasa disebut bale luar. Bale luar ini juga termasuk tempat untuk menerima tamu.

Pintu masuk rumah adat desa Sade ini juga dibuat dengan unik. Kesemuanya dibuat lebih rendah dari kepala orang dewas, atau tinginya kira-kira hanya seukuran dada orang dewasa. Hal ini membuat siapapun tamu yang masuk harus menunduk. Ini merupakan simbol bahwa tamu menghormati pemilik rumah.

Selain rumah tinggal, desa wisata di Lombok ini juga memiliki bangunan-bangun tradisional lainnya yang merupakan ciri khas suku Sasak di antaranya ada lumbung padi yang hanya memiliki satu jendela biasa digunakan sebagai tempat menyimpan hasil pertanian, dan ada juga  berugak yang merupakan pondokan kecil seperti gazibu untuk tempat berkumpul warga.

Masyarakat desa sade adalah pentani ulung dan penenun handal
Masyarakat desa sade adalah pentani ulung dan penenun handal

Semuanya memiliki ciri yang sama yaitu beratapkan ijuk jerami dan berdindingkan bambu. Keunikan mereka bukan tak lain karena konon Suku sasak ini merupakan asimilasi kebudayaan Hindu dan Islam yang merupakan latar belakang sejarah masyarakat Lombok saat ini.

Agama atau kepercayaan yang dianut oleh suku Sasak di Sade ini adalah Islam Wektu Telu di mana perpaduan kepercayaan Islam dan juga ajaran Hindu. Mereka beribadah hanya 3 x sehari sesuai dengan falsafahnya di mana telu atau tiga itu mencerminkan fase kehidupan mereka yaitu lahir, tumbuh dan mati.

Namun seiring dengan kuatnya ajaran agama Islam di Lombok, mereka pun terbuka mengubah ajaran wektu telu itu menjadi wektu lima, jadi mereka juga beribadah 5 x sehari sebagaimana Muslim umumnya beribadah. Kerennya lagi, di desa adat Sade ini juga terdapat masjid untuk beribadah loh!

(Baca Juga : Perlu Ide Liburan? Tempat – Tempat Di Indonesia Ini Adalah Tempat Yang Sempurna Untuk Berlibur!)

Ada tempat ibadah Masjid di Desa Sade
Ada tempat ibadah Masjid di Desa Sade

Selain itu, pencerminan wektu telu itu juga tercermin dalam arsitektur rumah mereka di mana ada anak tangga penghubung bale luar dan dalam yang berjumlah tiga, dan sekarang jumlah anak tangga itu juga berubah menjadi lima. Hasil kebudayaan lain yang bisa didapatkan dari desa ini adalah kain tenun ikat yang bermotifkan binatang, tumbuhan atau abstrak.

Kain tenun ini dibuat sendiri oleh wanita asli suku Sasak di desa ini dan diproduksi untuk dijual kepada wisatawan yang mengunjungi desa ini. Selain kain tenun ikat yang haragnya jauh lebih mahal, penduduk desa ini juga menjual berbagai macam souvenir seperti berbagai macam aksesoris gelang,kalung dan lain-lain yang harganya terjangkau mulai dari IDR 5000 saja.

Tidak ada kain tenun yang jelek di desa wisata Lombok ini! Keren semuanya!
Tidak ada kain tenun yang jelek di desa wisata Lombok ini! Keren semuanya!

Selain budaya, hasil kerajinan tangan, ada banyak yang bisa didapatkan ketika berkunjung ke desa adat sade ini. Terutama tentang kebudayaan Suku Sasak yang masih bergelut dengan adat istiadat yang kental. Keteguhan mereka untuk tetap mempertahankan tradisi leluhur di tengah kencangnya modernisasi patut diacungi jempol!

Tentu tidak lupa, hal yang paling menarik untuk kalian ketika berkunjung kesini adalah arsitektur bangunan-bangunan di sini yang memiliki filosofis masing-masing. Arti dari filosofi tadi juga merupakan nilai-nilai yang tetap mereka pegang teguh sampai saat ini. Nah, kalau kalian berkunjung ke desa wisata di Lombok yang keren ini, jangan lupa untuk berbelanja kain tenun mereka ya! Keren dan murah loh!

About the author

Temukan inspirasi dan informasi seputar traveling dan perjalanan di LiburMulu.com. Secara rutin LiburMulu.com akan berbagi informasi tetang perjalanan liburan, cerita traveling, review hotel. review destinasi, contoh itinerary, dan tips - tips perjalanan dan traveling baik di Indonesia atau di Luar Negeri. Jadi… Kapan Kita Kemana Kawan?

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: