Taman Nasional Baluran merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Meskipun secara administratif tidak termasuk wilayah Banyuwangi, namun lokasinya yang berdekatan dengan kota tersebut membuat tempat ini menjadi pilihan menarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.
Melihat Kehidupan Liar di Taman Nasional Baluran, Wisata Edukatif untuk Anak-Anak dan Dewasa

Taman Nasional Baluran memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan tempat wisata alam lainnya di Jawa Timur.
Letaknya yang berada di pantai utara Jawa menjadikan taman nasional ini memiliki hamparan savana yang sangat luas. Savana di Baluran National Park sering disebut sebagai “Afrika van Java” karena keindahannya yang menyerupai savana di benua Afrika.
Tidak hanya savana, Taman Nasional yang berada di Jawa Timur ini juga memiliki hutan mangrove, hutan bakau, dan padang rumput.
Keanekaragaman flora dan fauna di taman nasional ini juga sangat mengagumkan.
Kawasan Taman Nasional Baluran juga merupakan tempat yang tepat untuk melakukan berbagai aktivitas wisata alam seperti terkking, camping, birdwatching, maupun fotografi.
Keindahan alam yang ada di Baluran akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Bagi yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Baluran, aksesnya sangat mudah, lokasinnya berada tak jauh dari Kota Banyuwangi.
Dari Kota Banyuwangi, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan selama 1 jam dengan mobil atau motor menuju ke arah Situbondo.
Setelah sampai di pintu masuk Taman Nasional yang berada di Jawa Timur ini, pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk yang cukup terjangkau.
Dalam perjalanan menuju ke Taman Nasional Baluran, para wisatawan juga dapat menikmati keindahan pantai-pantai di sepanjang jalan.
Taman Nasional Baluran memang belum terkenal seperti tempat wisata alam lainnya di Jawa Timur, namun keindahan dan keunikan yang dimilikinya membuat tempat ini patut untuk dijadikan destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Jadi, jika kamu sedang berada di Banyuwangi, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke Taman Nasional Baluran!
Video Taman Nasional Baluran Keren! – [ Explore Wisata Banyuwangi On Two Wheel Part 2 ]
Meskipun secara resmi tidak termasuk sebagai tempat wisata Banyuwangi, Baluran National Park pantas menjadi tujuan wisata yang wajib dikunjungi.
Berlokasi di Situbondo, taman nasional ini hanya berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Banyuwangi, sehingga mudah diakses.
Dikenal sebagai “Savana Afrika di Jawa”, Baluran menawarkan pemandangan yang luar biasa dengan padang rumput yang luas, hutan tropis, dan pantai yang indah.
Pengunjung dapat menikmati safari melewati Savana Bekol, trekking, dan berenang di pantai yang jernih.
Tidak hanya itu, Baluran juga merupakan rumah bagi berbagai spesies binatang, termasuk banteng, rusa, dan macan tutul.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Banyuwangi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran ini!
Sejarah Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran, salah satu Taman Nasional Indonesia, terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.
Nama taman ini berasal dari Gunung Baluran di daerah tersebut. Awalnya, pada tahun 1930, kawasan ini ditetapkan sebagai hutan lindung oleh Direktur Kebun Raya Bogor, K.W. Dammerman.
Pada tanggal 25 September 1937, statusnya berubah menjadi suaka margasatwa oleh Gubernur Hindia Belanda.
Kemudian, pada tanggal 11 Mei 1962, statusnya diubah menjadi suaka margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria melalui Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962.

Pada tanggal 6 Maret 1980, Taman Nasional Baluran didirikan oleh Menteri Pertanian dan dikukuhkan kembali pada tahun 1997 oleh Menteri Kehutanan.
Taman ini memiliki luas 25.000 hektar dan berbatasan dengan Selat Madura di utara, Selat Bali di timur, Desa Wonorejo dan Sungai Bajulmati di selatan, serta Sungai Klokoran dan Desa Sumberanyar di barat. Ada lima zona pengelolaan: zona inti seluas 12.000 hektar, zona rimba seluas 5.537 hektar, zona pemanfaatan intensif seluas 800 hektar, zona pemanfaatan khusus seluas 5.780 hektar, dan zona rehabilitasi seluas 783 hektar.
Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran, mencakup sekitar 40 persen dari total luas lahan. Akses ke taman nasional ini terletak di 7°55’17.76″S dan 114°23’15.27″E.
Flora Dan Fauna di Taman Nasional Baluran

Berikut adalah flora dan fauna yang ada di Taman Nasional Baluran.
Flora
Di Taman Nasional ini terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan asli yang memiliki adaptasi kuat dalam kondisi kering.
Beberapa tumbuhan khas tersebut di antaranya adalah Widoro Bukol (Ziziphus rotundifolia), Mimba (Azadirachta indica), dan Pilang (Acacia leucophloea).
Selain itu, terdapat pula tumbuhan lain seperti Asam Jawa (Tamarindus indica), Gadung (Dioscorea hispida), Kemiri (Aleurites moluccana), Gebang (Corypha utan), Api-api (Avicennia sp.), Kendal (Cordia obliqua), Salam (Syzygium polyanthum), dan Kepuh (Sterculia foetida).
Fauna
Terdapat 26 jenis mamalia di Taman Nasional ini, di antaranya:
- Banteng (Bos javanicus javanicus)
- Kerbau liar (Bubalus bubalis)
- Ajag (Cuon alpinus javanicus)
- Kijang (Muntiacus muntjak muntjak)
- Rusa (Cervus timorensis russa)
- Macan tutul jawa (Panthera pardus melas)
- Kancil (Tragulus javanicus pelandoc)
- Kucing bakau (Prionailurus viverrinus) Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.
Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung, termasuk di dalamnya burung langka seperti:
- Layang-layang api (Hirundo rustica)
- Tuwuk Asia (Eudynamys scolopacea)
- Burung merak (Pavo muticus)
- Ayam hutan merah (Gallus gallus)
- Kangkareng (Anthracoceros convecus)
- Rangkong (Buceros rhinoceros)
- Bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus)
- Ayam Hutan Hijau (gallus varius)
- Elang ular bido
- Elang Brontok
Taman Nasional ini dibagi menjadi beberapa pos pengamatan. Pos di Taman Nasional ini antara lain:
- Batangan, di sini terdapat peninggalan sejarah berupa goa Jepang, burung merak pada musim kawin (antara bulan Oktober/November) dan tempat berkemah. Fasilitas yang ada di sini antara lain pusat informasi.
- Bekol dan Semiang, di sini terdapat fasilitas pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Fasilitas yang ada di sini antara lain wisma peneliti, wisma tamu, dan menara pandang.
- Bama, Balanan, dan Bilik, di sini merupakan lokasi wisata bahari, tempat memancing, menyelam/snorkeling, dan tempat pertunjukan perkelahian antar rusa jantan (pada bulan Juli/Agustus) serta atraksi kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
- Manting dan Air Kacip, di sini terdapat sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun dan merupakan habitat macan tutul.
- Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo, di sini terdapat fasilitas untuk naik sampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, dan lokasi pengamatan burung migran.
- Curah Tangis, di sini terdapat fasilitas untuk kegiatan panjat tebing dengan ketinggian 10-30 meter dan kemiringan sampai 85%.
Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret hingga Agustus setiap tahunnya.