Ingin Berlibur Dengan Sensasi Yang Berbeda?! Datang Aja Ke Taman Wisata Rawa Pening Di Ambarawa

LiburMulu.com – Taman Wisata Rawa Pening merupakan sebuah danau yang terhampar luas hampir 2.670 hektar yang terletak di daerah Ambarawa, keberadaannya tepat diantara jalan Raya Semarang dan Salatiga. Pesona keindahan Rawa Pening dapat kalian nikmati baik ketika pagi maupun di sore hari. Loket yang dibuka pada pukul 8.30 sampai dengan 21.00 ini akan memberikan kalian kesempatan untuk dapat berlibur dengan sensasi yang berbeda apalagi jika kalian berniat untuk berekreasi bersama keluarga.

Pengunjung dapat menyewa perahu yang telah banyak disediakan di dermaga danau, berkeliling danau dengan menggunakan perahu merupakan satu-satunya cara untuk pengunjung dapat menikmati keindahan danau ini secara keseluruhan. Karena dengan begitu kalian dapat melihat banyaknya tumbuhan eceng gondok, serta menikmati kegagahan dan keindahan gunung-gunung disekitar Rawa Pening.

Kegiatan Nelayan yang dapat disaksikan di Rawa Pening
Kegiatan Nelayan yang dapat disaksikan di Rawa Pening (sumber)

Tidak hanya itu karena kalian juga memiliki kesempatan untuk dapat menyaksikan secara langsung kehidupan nelayan di Rawa Pening yang dapat menjadi objek foto yang menarik. Danau Rawa Pening  memang memiliki daya pikat tersendiri bagi para fotografer atau yang memiliki hobi fotografi. Alasannya tentu saja karena pesonanya yang unik yang tidak dapat ditemukan di tempat-tempat wisata manapun, terutama menjelang sunrise dan sunset.

Untuk mencapai Rawa Pening, jalur paling mudah yang dapat ditempuh yakni melalui lingkar selatan Ambarawa. Kalian juga dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Jika dengan kendaraan pribadi, dari arah kota Semarang menuju Solo belok kearah kanan di pertigaan Ambarawa. Kemudian ambil arah jalur lingkar selatan. Di jalur ini nantinya kalian akan disuguhi pemandangan yang begitu indah berupa persawahan yang menghampar luas dengan latar belakang pemandangan gunung Merbabu dan Ungaran.

Kegiatan menjaring para nelayan dapat menjadi objek foto yang menarik
Kegiatan menjaring para nelayan dapat menjadi objek foto yang menarik (sumber)
Pesona keindahan ketika menjelang matahari terbit
Pesona keindahan ketika menjelang matahari terbit (sumber)

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Foto Rawa Pening yang diambil ketika musim kemarau
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Meskipun musim kemarau, danau ini tetap saja tidak kehabisan air dan tetap menggenang

Berada di Rawa Pening membuat siapapun menjadi betah dan enggan untuk kembali pulang, namun di balik keelokan tempat wisata ini ternyata Rawa Pening menyimpan sebuah Legenda yang dipercaya oleh masyarakat sekitarnya. Salah seorang tokoh yang tinggal di kawasan Rawa Pening mengatakan bahwa Rawa yang terletak di antara kota Ambarawa dan salatiga ini dulunya dipercaya adalah sebuah desa bernama Malwapati. Desa tersebut terendam air luapan yang berasal dari lidi yang ditancapkan oleh Baru Kliting, yakni seekor ular yang dilahirkan oleh seorang wanita yang merupakan istri dari Ki Ajar Salokontoro, seorang sakti dari Desa Malwapati.

Untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya, Baru Klinting diperintahkan untuk bertapa di gunung Kelengker. Setelah pertapaannya selesai Baru Klintingpun berubah wujud menjadi bocah. Ia berjalan menuju desa untuk mencari makanan. Namun warga desa Malwapati mengusirnya karena tubuhnya yang penuh luka dan bau. Kemudian Baru Klinting mendatangi seorang nenek tua bernama Nyi Lebah yang mau memberinya makan. Baru Klinting berpesan kepada Nyi Lebah supaya berlindung di lumpangnya ketika nanti terjadi banjir. Kemudian Baru Klinting pergi.

Baru Klinting pun kembali ke desa Malwapati dan membuat sebuah sayembara mencabut lidi bagi warga desa Malwapati. Namun karena tak ada yang bisa mencabut, akhirnya Baru Kilnting sendirilah yang mencabutnya. Dari cabutan lidinya itu keluarlah air yang sangat deras sehingga menggenangi desa tersebut. Dan Baru Klinting dipercaya masih hidup sebagai seekor ular penjaga Rawa Pening. Kisah legenda ini konon masih terus dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini, bahkan untuk menghormati legenda tersebut, warga sekitar masih rutin menggelar acara ritual larung sesaji setiap setahun sekali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ketika langit cerah, disekitar danau akan terlihat gunung Merbabu dan Ungaran
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Rawa Pening yang dipenuhi oleh tanaman Eceng Gondok
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan yang begitu menenangkan jiwa bukan?!

Kisah dan legenda tersebut justru menambah daya pikat Rawa Pening untuk menarik minat para wisatawan datang ke danau ini. Terlepas dari kisah serta legenda yang melatarbelakanginya, Rawa Pening tetap menjadi spot paling menarik untuk dapat melepas lelah dan meninggalkan hingar-bingar kota dengan cara menikmati genangan air danau yang tenang serta lansekap gunung-gunung yang mengelilinginya.

About the author

Temukan inspirasi dan informasi seputar traveling dan perjalanan di LiburMulu.com. Secara rutin LiburMulu.com akan berbagi informasi tetang perjalanan liburan, cerita traveling, review hotel. review destinasi, contoh itinerary, dan tips - tips perjalanan dan traveling baik di Indonesia atau di Luar Negeri. Jadi… Kapan Kita Kemana Kawan?
%d bloggers like this: