
Takehara adalah salah satu kota kecil yang terletak di prefektur Hiroshima, jepang. Dahulu kala, Takehara dikenal sebagai produsen garam dan sake yang terkenal di wilayahnya. Namun, sekarang kota ini terkenal karena kota bersejarah yang masih terjaga dengan baik. Jalan utama di kota ini dikelilingi oleh bangunan kayu tradisional yang mengingatkan kita pada zaman Edo (1603-1867). Terletak di dekat Laut Seto Inland, Takehara adalah tempat yang sempurna untuk melengkapi pengalaman Anda di wilayah Hiroshima.
Salah satu daya tarik utama di Takehara adalah “Takehara Lattice,” sebuah panel anyaman kertas yang menghiasi banyak bangunan kayu tradisional di kota ini. Panel anyaman ini seperti seni kertas yang indah dan menjadi ciri khas dari kota Takehara. Anda dapat menikmati keindahan panel anyaman ini sambil berjalan-jalan di sepanjang jalan utama kota.
Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Machinami Bamboo Studio di Takehara untuk mengalami kerajinan bambu tradisional. Di studio ini, Anda dapat belajar membuat kerajinan bambu seperti keranjang dan anyaman lainnya. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk belajar tentang budaya dan kerajinan tradisional Jepang.
Bagi pecinta sake, Anda tidak boleh melewatkan kunjungan ke Fujii Shuzo Sake and Souvenir Store di Takehara. Ini adalah salah satu tempat yang terakhir dari sedikit pabrik sake yang masih beroperasi di kota yang terjaga sejarahnya. Di sini, Anda dapat mencicipi berbagai jenis sake yang diproduksi dengan metode tradisional menggunakan beras yang tumbuh di lokasi sekitar dan air mata air.
Meskipun Takehara telah kehilangan gelarnya sebagai produsen sake utama, kota ini masih memiliki hubungan yang erat dengan minuman beralkohol Jepang ini. Masataka Taketsuru, pendiri whisky Nikka, dilahirkan di Takehara pada tahun 1894. Setelah meninggalkan pabrik sake keluarga, dia pergi ke Skotlandia, menikah dengan seorang wanita Skotlandia, dan kembali ke Jepang untuk mendirikan perusahaan whisky. Sake masih dicintai dan diproduksi oleh banyak orang di kampung halamannya.
Selain itu, Takehara juga terkenal dengan berbagai festival yang diadakan sepanjang tahun. Namun, festival terbesar di kota ini adalah “Takehara Longing Road,” di mana distrik bersejarah kota ini diterangi dengan cahaya dari 5.000 lentera bambu. Lebih dari 30.000 orang mengunjungi acara ini setiap tahunnya. Selama festival Obon, festival tahunan agama Buddha untuk memperingati leluhur, festival Sumiyoshi pada bulan Agustus melibatkan wanita yang mengenakan kimono menari di jalan-jalan di malam hari dan lentera kertas yang melayang di teluk.
Selain itu, di sekitar Takehara, terdapat beberapa sumber air panas alami yang dapat dinikmati. Salah satu tempat yang paling berkesan adalah Enmei no Yu di Kamogawaso. Di tempat ini, Anda dapat merendam tubuh Anda dalam air panas alami yang menenangkan sambil menikmati pemandangan sekitar. Selain itu, Yusaka Onsenkyo juga merupakan tempat yang populer bagi para wisatawan, dengan taman Jepang yang indah dan suasana yang tenang.
Untuk para pecinta alam, Anda dapat melakukan pendakian ke Gunung Kurotaki yang terletak hanya satu perhentian kereta dari Stasiun Takehara. Gunung ini memiliki ketinggian 266 meter dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai puncaknya. Dari puncak gunung, Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler Kota Takehara dan Laut Seto Inland yang mengelilinginya. Selama pendakian, Anda juga akan melihat 33 patung batu Buddha yang disumbangkan oleh penduduk setempat lebih dari 150 tahun yang lalu.
Untuk mencapai Takehara, Anda dapat menggunakan kereta atau kombinasi kereta dan bus dari Hiroshima. Jika Anda berada di Tokyo atau Osaka, Anda dapat mencapai Hiroshima menggunakan kereta cepat. Dari Stasiun Hiroshima, Anda dapat naik bus langsung ke Stasiun Takehara. Perjalanan ini memakan waktu sekitar satu jam dan 10 menit. Jika Anda memilih untuk menggunakan kereta, Anda dapat naik kereta biasa atau kereta cepat dari Hiroshima ke Stasiun Mihara, lalu pindah ke Kereta Jalur Kure untuk Hiro dan turun di Stasiun Takehara. Alternatifnya, Anda dapat naik Akiji-Liner dari Stasiun Hiroshima ke Hiro, lalu pindah ke Kereta Jalur Kure untuk Mihara, dan turun di Stasiun Takehara. Dari stasiun, Anda dapat mencapai kawasan kota yang terjaga sejarahnya dengan berjalan kaki selama sekitar 12 menit.
Takehara adalah destinasi yang sempurna untuk para pecinta sake dan budaya tradisional Jepang. Dengan kota bersejarahnya yang masih terjaga dengan baik, kerajinan bambu yang indah, festival yang meriah, dan pemandangan alam yang memukau, Takehara menawarkan pengalaman yang unik bagi para wisatawan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Takehara saat Anda berada di wilayah Hiroshima.
Alamat dan Peta Lokasi :
Takehara-shi, Hiroshima-ken
Temukan Peta Lokasinya Di Google Maps Sekarang!
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com