Kodenji, Kuil Zen Tempat Yamamoto Tsunetomo Menulis Hagakure—The Way of the Samurai
Kodenji, sebuah kuil Zen yang terletak di jalan utama di tengah hutan bambu kecil, sekitar tiga kilometer di sebelah barat daya pusat kota, adalah tempat yang terpencil di mana Yamamoto Tsunetomo diyakini mencukur kepalanya setelah kematian Mitsushige Nabeshima, penguasa kedua wilayah tersebut. Dia menolak status samurainya dan mengambil praktik Zen yang keras di bawah kepala ke-11 Kuil Kodenji, Tannen Ryocho. Itulah tempat dia menulis sebuah buku yang dikutip dalam film dan dihargai oleh banyak orang. Penggemar bela diri harus mampir sebagai tanda penghormatan. Kuil Zen ini yang terkait dengan keluarga Nabeshima adalah persimpangan antara bunga plum yang menakjubkan dan sejarah kuno.
Jangan Lewatkan
“Lampion Kristen,” yang merupakan lentera batu abad ke-17 yang diukir oleh frater Dominikan pertama yang diizinkan masuk ke Domain Saga
Sekitar 700 pohon plum pada puncaknya dari pertengahan Februari hingga awal Maret, dan pohon plum Reitoku Jubai, yang ditetapkan sebagai monumen alam oleh Kota Saga
Lukisan Nehanzu besar Kodenji, ditampilkan kepada publik pada tanggal 19 April hingga akhir Mei
Cara Menuju ke Sana
Dari Stasiun Saga, pergilah ke pusat bus dan naik bus menuju berhenti Kodenjimae. Sekitar 10 menit perjalanan. Dari sana, sekitar 3 menit berjalan kaki. Alternatif yang lebih cepat adalah naik taksi dari Stasiun Saga, yang akan memakan waktu sekitar 10 menit.
Gambaran karya seni di Kuil Kodenji
Jika Anda kebetulan berada di sana pada tanggal 19 April hingga akhir Mei, Anda akan memiliki kesempatan untuk melihat salah satu Nehanzu terbesar di jepang, atau lukisan Buddha tidur terkenal. Lukisan ini memiliki tinggi 16 meter, lebar enam meter, dan berusia lebih dari 300 tahun. Harta karun kuil lainnya juga dipajang. Informasi terbaru mungkin berbeda, jadi harap periksa situs web resmi.
Kata Kunci
Sejarah
Kuil
Kuil & Pura
Rekomendasi untuk Anda
Air Terjun Kiyomizu
Zao Fox Village
Kodenji, Kuil yang Menginspirasi
Kodenji adalah sebuah kuil yang memiliki sejarah panjang dan merupakan tempat yang terkenal karena kaitannya dengan Yamamoto Tsunetomo, seorang samurai terkenal yang menulis buku Hagakure—The Way of the Samurai di tempat ini. Terletak di tengah-tengah hutan bambu kecil, kuil ini menawarkan suasana yang tenang dan damai bagi para pengunjungnya.
Legenda mengatakan bahwa setelah kematian Mitsushige Nabeshima, penguasa kedua wilayah Saga, Yamamoto Tsunetomo merasa terpukul dan memutuskan untuk mencukur kepalanya dan meninggalkan status samurainya. Ia kemudian memutuskan untuk mengabdikan dirinya pada praktik Zen yang keras di bawah bimbingan Tannen Ryocho, kepala ke-11 Kuil Kodenji.
Selama masa pengasingannya di kuil ini, Yamamoto Tsunetomo menulis Hagakure—The Way of the Samurai, sebuah buku yang menjadi panduan bagi samurai dalam menghadapi kehidupan dan kematian. Buku ini telah diakui sebagai salah satu karya sastra terbesar dalam sejarah Jepang dan telah diadaptasi menjadi film dan manga yang terkenal.
Kodenji juga dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi anggota keluarga Nabeshima. Di dalam kuil terdapat makam-makam yang indah dan bersejarah, yang menjadi saksi kebesaran dan kejayaan keluarga tersebut. Pengunjung dapat melihat dan menghormati makam-makam ini sebagai bagian dari kunjungan mereka ke kuil ini.
Selain sejarah dan kebudayaan yang kaya, Kodenji juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Pada musim semi, sekitar 700 pohon plum di sekitar kuil mekar dengan indahnya. Pemandangan ini menarik banyak wisatawan dan fotografer yang datang untuk menikmati keindahan alam Saga. Salah satu pohon plum yang paling terkenal di sini adalah pohon plum Reitoku Jubai, yang telah ditetapkan sebagai monumen alam oleh Kota Saga.
Tak hanya itu, Kodenji juga memiliki berbagai harta karun seni yang menarik. Salah satunya adalah “Lampion Kristen,” sebuah lentera batu abad ke-17 yang diukir oleh frater Dominikan pertama yang diizinkan masuk ke Domain Saga. Lentera ini merupakan salah satu bukti hubungan kuil dengan agama Kristen pada masa lalu.
Bagi penggemar seni dan sejarah, mengunjungi Kodenji adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kuil ini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kedamaian spiritual, tetapi juga sejarah yang kaya dan seni yang indah. Setiap sudut kuil ini memberikan kesempatan untuk belajar dan menghargai warisan budaya Jepang.
Untuk mencapai Kodenji, Anda dapat menggunakan transportasi umum. Dari Stasiun Saga, Anda dapat naik bus menuju berhenti Kodenjimae. Perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Jika Anda ingin tiba lebih cepat, Anda juga dapat menggunakan taksi dari Stasiun Saga, yang akan membawa Anda ke kuil dalam waktu sekitar 10 menit.
Jika Anda berencana untuk mengunjungi Kodenji, pastikan untuk memeriksa jadwal kunjungan terbaru. Terkadang kuil ini mengadakan acara khusus, seperti pameran seni atau pertunjukan budaya, yang dapat menambah pengalaman wisata Anda. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kedamaian dan keindahan Kodenji, sebuah kuil yang penuh dengan sejarah dan keajaiban alam.
Alamat dan Peta Lokasi :
1112-1 Honjomachi Oaza Honjo, Saga-shi, Saga-ken
Temukan Peta Lokasinya Di Google Maps Sekarang!
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com