Kereta Cepat China atau dikenal juga dengan nama China High Speed Railway (CHSR) merupakan salah satu kebanggaan infrastruktur transportasi Tiongkok yang telah menjadi rujukan bagi banyak negara di seluruh dunia. Sistem kereta api kecepatan tinggi ini menawarkan kombinasi canggih antara teknologi, efisiensi, dan kenyamanan yang memungkinkan penumpang untuk menikmati perjalanan yang sangat cepat dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai China High Speed Railway yang telah merevolusi dunia transportasi.
Pengalaman Naik China High Speed Railway Dari Wenchang to Boao!
Saya selama ini sangat ingin merasakan pengalaman naik China High Speed Train, yang juga dikenal dengan nama China High Speed Railway. Ini sebenarnya adalah kereta cepat, bukan?
Kabar baiknya, kabarnya jenis kereta cepat China ini akan digunakan di Indonesia.
Apakah Anda tahu bahwa sedang dibangun jalur kereta cepat di Indonesia untuk rute Jakarta – Bandung?
Tentu saja, pertanyaannya adalah kapan jalur ini akan selesai? Jawabannya saya tidak tahu.
Daripada menunggu dengan penasaran, saya memutuskan untuk langsung mencoba pengalaman naik Kereta Cepat China atau China High Speed Train yang tersedia di Pulau Hainan ini!
China High Speed Railway (CHSR): Pengantar
China High Speed Railway, atau sering disingkat sebagai CHSR, adalah jaringan kereta api kecepatan tinggi yang dioperasikan oleh China Railway. Pengoperasian CHSR pertama kali dimulai pada 18 April 2007, dan sejak itu, jaringan ini telah berkembang pesat menjadi salah satu sistem kereta api kecepatan tinggi terbesar dan paling maju di dunia. CHSR menghubungkan berbagai kota besar di Tiongkok, memungkinkan perjalanan yang efisien dan cepat antar-kota.
Prestasi CHSR: Kecil di Tiongkok, Besar di Dunia
Prestasi CHSR yang paling mencengangkan adalah sejauh mana jaringan ini telah berkembang. Pada tahun 2020, CHSR telah menyediakan layanan ke semua provinsi di Tiongkok. Jaringan rel penumpang CHSR memiliki panjang hampir 38.000 kilometer, yang merupakan sekitar dua pertiga dari total rel kereta api kecepatan tinggi komersial di seluruh dunia. Ini adalah prestasi yang mengesankan, mengingat CHSR baru dioperasikan sekitar satu dekade yang lalu.
Perencanaan Masa Depan: Jaringan CHSR yang Semakin Besar
Tiongkok memiliki rencana ambisius untuk terus mengembangkan CHSR. Pada tahun 2035, Tiongkok berencana memperpanjang jaringan CHSR mereka hingga mencapai panjang 70.000 kilometer. Rencana ini mencakup pembukaan jalur baru dan perluasan jaringan yang sudah ada. Hal ini akan membuat CHSR menjadi jaringan kereta api kecepatan tinggi terpanjang di dunia, mengukuhkan posisi Tiongkok sebagai pemimpin global dalam transportasi kereta api.
Kecepatan Kereta Cepat: Kategori G, D, dan C
Salah satu hal yang membedakan CHSR adalah tingkat kecepatannya. Tergantung pada kecepatan operasionalnya, CHSR dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu G, D, dan C. Kategori G adalah yang tercepat, dengan kecepatan operasional mencapai 350 kilometer per jam. Beberapa rute dalam kategori ini mencakup perjalanan antara kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai. Kategori D memiliki kecepatan operasional sekitar 250 kilometer per jam, sementara kategori C memiliki kecepatan sekitar 200 kilometer per jam.
Layanan CRH di jalur khusus kecepatan tinggi
| Jalur | Rute | Panjang | Kereta per hari | Kecepatan |
|---|---|---|---|---|
| Jinghu HSR | Beijing–Shanghai | 1318 km | 180 | 380 km/jam |
| Wuguang PDL | Wuhan–Changsha–Guangzhou | 968 km | 216 | 350 km/jam |
| Huhang PDL | Shanghai–Hangzhou | 169 km | 168 | 350 km/jam |
| Huning PDL | Shanghai–Nanjing | 296 km | 238 | 350 km/jam |
| Jingjin ICL | Beijing–Tianjin | 117 km | 200 | 350 km/jam |
| Zhengxi PDL | Zhengzhou–Xi’an | 456 km | 28 | 350 km/jam |
| Yongtaiwen PFL | Ningbo–Taizhou–Wenzhou | 268 km | 64 | 250 km/jam |
| Wenfu PFL | Wenzhou–Fuzhou | 298 km | 42 | 250 km/jam |
| Shitai PDL | Shijiazhuang–Taiyuan | 190 km | 26 | 250 km/jam |
| Fuxia PFL | Fuzhou–Xiamen | 275 km | 118 | 250 km/jam |
| Changjiu ICL | Nanchang–Jiujiang | 135 km | 42 | 250 km/jam |
| Hewu PFL | Hefei–Wuhan | 351 km | 38 | 250 km/jam |
| Jiaoji PDL | Qingdao–Jinan | 362 km | 42 | 250 km/jam |
| Hening PFL | Hefei–Nanjing | 156 km | 12 | 250 km/jam |
| Chengguan PDL | Chengdu–Guanxian | 67 km | 36 | 250 km/jam |
| Changji ICL | Changchun–Jilin | 111 km | 50 | 250 km/jam |
| Hainan ER ICL | Haikou–Sanya | 308 km | 44 | 250 km/jam |
| Guangzhu MRT | Guangzhou–Zhuhai (jalur utama) | 93 km | 76 | 200 km/jam |
| Guangzhu MRT | Guangzhou–Jiangmen (jalur cabang) | 72 km | 46 | 200 km/jam |
Evolusi Teknologi CHSR: Dari Kereta Impor hingga Produksi Dalam Negeri
Pengembangan CHSR dimulai dengan penggunaan kereta cepat impor. Pada awalnya, pemerintah Tiongkok mendapatkan kereta cepat dari luar negeri, seperti kereta CRH1 yang merupakan turunan dari kereta Regina dengan kecepatan 240 kilometer per jam. Selanjutnya, Tiongkok terlibat dalam transfer teknologi, dan perusahaan asing seperti Bombardier Transportation, konsorsium Jepang, dan Alstom berkontribusi dalam produksi kereta cepat Tiongkok.
Namun, Tiongkok tidak berhenti di situ. Pada tahun 2007, Tiongkok mulai memproduksi kereta cepat secara mandiri dengan merilis model SS8, DJJ1, DJF2, dan DJJ2. Pada tahun 2010, CSR Puzhen dan CSR Sifang memproduksi model CRH380 dengan kecepatan maksimum mencapai 380 kilometer per jam. Ini adalah bukti keseriusan Tiongkok dalam mengembangkan teknologi kereta cepat yang kompetitif secara global.
Layanan CHSR: Antar Kota dan Jarak Jauh
CHSR menawarkan berbagai jenis layanan, baik antar kota maupun jarak jauh. Layanan antar kota biasanya memiliki kecepatan yang lebih rendah, dan mereka menghubungkan kota-kota terdekat, seperti rute Beijing – Tianjin dan Shanghai – Hangzhou. Layanan jarak jauh, di sisi lain, mencakup perjalanan antara kota-kota yang lebih jauh, seperti rute Beijing – Shanghai dan Wuhan – Guangzhou.
A. Layanan antar kota (biasanya tercantum dalam jadwal sebagai kereta seri-C atau seri-D):
- Beijing – Shijiazhuang, Taiyuan
- Nanjing – Hangzhou
- Changsha – Nanchang
- Shanghai – Hangzhou, Yiwu, Jinhua, Quzhou
- Beijing – Tianjin, Tanggu
- Guangzhou – Shenzhen
- Shenzhen – Jiangmen – Zhanjiang
- Beijing – Beidaihe, Qinhuangdao
- Wuhan – Zhengzhou, Changsha
- Xi’an – Baoji
- Shanghai – Kunshan, Suzhou, Wuxi, Changzhou, Nanjing, Hefei, Xuzhou, Nantong
B. Layanan jarak jauh (biasanya tercantum dalam jadwal sebagai kereta seri-G atau seri-D):
- Beijing – Jinan, Qingdao, Shanghai
- Beijing – Zhengzhou, Wuhan
- Beijing – Shenyang, Changchun, Harbin
- Wuhan – Changsha – Guangzhou
- Shanghai – Zhengzhou, Qingdao, Shenyang
- Shanghai – Nanchang
Penumpang CHSR: Jutaan Perjalanan Tiap Tahun
CHSR adalah salah satu sistem kereta api kecepatan tinggi paling populer di dunia. Pada tahun 2019, CHSR mengangkut lebih dari 2,2 miliar penumpang. Angka ini mengalami penurunan pada tahun 2020 karena dampak pandemi COVID-19, tetapi tetap mengesankan dengan jumlah perjalanan mencapai 2,16 miliar. Total jumlah perjalanan kumulatif CHSR pada tahun 2020 mencapai 13 miliar, sebuah pencapaian yang menakjubkan.
Menghadapi Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun CHSR telah mencapai banyak kesuksesan, sistem ini juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan yang tinggi. Selain itu, CHSR juga harus menjaga keselamatan dan kehandalan dalam menghadapi peningkatan permintaan dan pertumbuhan jaringan yang pesat.
Namun, dengan komitmen Tiongkok untuk terus mengembangkan CHSR, kita dapat berharap bahwa sistem ini akan terus menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Peningkatan efisiensi, kecepatan, dan kapasitas adalah hal-hal yang harus diperhatikan di masa depan.
Kesimpulan: China High Speed Railway – Prestasi dan Potensi
China High Speed Railway (CHSR) adalah bukti nyata kemampuan Tiongkok dalam mengembangkan infrastruktur transportasi yang luar biasa. Dengan jaringan yang berkembang pesat, kecepatan yang mengesankan, dan rencana masa depan yang ambisius, CHSR telah menetapkan standar tinggi dalam dunia transportasi kereta api kecepatan tinggi. Dengan komitmen terus menerus untuk inovasi dan perbaikan, CHSR berpotensi untuk tetap menjadi pemimpin global dalam transportasi kereta api.