Candi Prambanan Dan 6 Candi Lain Di Yogyakarta Yang Bisa Dikunjungi

LiburMulu.Com – Candi Prambanan mungkin adalah salah satu candi yang terkenal di Yogyakarta. Candi ini juga salah satu candi yang banyak dikunjungi. Selain karena sudah banyak menjadi paket destinasi utama para tur agent, memang keelokan candi ini tiada duanya. Bahkan mungkin yang sudah sering pergi ke Candi Prambanan pun belum bosan.

Namun apakah teman – teman traveler tahu masih ada banyak candi di Yogyakarta selain Candi Prambanan. Tentunya candi candi tersebut juga tidak kalah menarik untuk dikunjungi loh. Misalnya saja Candi Ijo yang merupakan candi tertinggi di Yogyakarta atau si eksotis Candi Ratu Boko.

Baiklah, ini dia Candi Prambanan dan 6 candi lain di Yogyakarta yang bisa dikunjungi. Mungkin liburan selanjutnya bisa dijadwalkan untuk menengok salah satu atau semua candi yang ada di tulisan ini :

Tahun baru bingung mau kemana? Ikut open trip tahun baru liburmulu Ke Singapura saja! (klik banner untuk detail)
Tahun baru bingung mau kemana? Ikut open trip tahun baru liburmulu Ke Singapura saja! (klik banner untuk detail)

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan, Candi Hindu Terbesar Di Yogyakarta
Candi Prambanan, Candi Hindu Terbesar Di Yogyakarta

Candi Prambanan adalah candi terbesar di Yogyakarta yang merupakan salah satu mahakarya kebudayaan Hindu yang telah berdiri sejal abad ke-10. Ada banyak bangunan candi menjulang tinggi dimana bangunan tertinggi adalah setinggi 47 meter. Hal ini membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi.

Konon Candi Prambanan ini dibuat oleh Bandung Bondowoso demi memenuhi persyaratan Roro Jonggrang. Namun tragisnya Roro Jonggrang malah menjadi salah satu arca untuk melengkapi candi ke 1000 karena dikutuk oleh Bandung Bondowoso. Tiket masuk ke Candi Prambanan adalah IDR 30.000 untuk orang dewasa, IDR 12.500 untuk anak anak dan USD 18 untuk turis asing. Candi buka setiap hari dari Jam 06.00 – 17.00.

2. Candi Ijo

Candi Ijo, Yogyakarta
Candi Ijo, Yogyakarta

Candi Ijo adalah candi yang posisinya berada paling tinggi di Yogyakarta sehingga dari Candi Ijo ini bisa dinikmati bentang alam Yogyakarta dari utara ke selatan. Dari candi ini pula bisa dilihat proses take off dan landing pesawat di landasan Bandara Adisutjipto. Jadi meskipun pengunjung tidak terlalu suka berwisata sejarah, masih bisa berwisata alam.

Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di Bukit Hijau pada ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Kompleks Candi Ijo sendiri terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Dimana bangunan pada teras ke-11 adalah pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral. Selain itu teras pertama adalah halaman menuju pintu masuk, dan merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Tiket masuk ke Candi Ijo adalah gratis.

3. Candi Ratu Boko

Candi Istana Ratu Boko
Candi Istana Ratu Boko

Candi Ratu Boko sejatinya adalah sebuah kompleks istana yang megah yang dibangun dan ada sejak abad ke 8. Uniknya Candi Ratu Boko ini dibangun oleh salah seorang kerabat pendir Borobudur yang merupakan candi Buddha. Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur.

Candi ini memang unik, meski didirikan oleh seorang yang beragama Buddha, istana Candi Ratu Boko memiliki banyak unsur Hindu. Semua terlihat jelas dengan adanya arca Ganesha, Lingga dan Yoni, serta lempengan emas yang bertuliskan “Om Rudra ya namah swaha” yang biasanya adalah bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra nama lain Dewa Siwa. Adanya unsur Hindu ini membuktikan bahwa toleransi umat beragama sudah ada sejak zaman dahulu. Tiket masuk ke Candi Istana Ratu Boko adalah IDR 25.000 untuk orang dewasa, IDR 10.000 untuk anak anak dan USD 13 untuk turis asing. Candi buka setiap hari dari Jam 06.00 – 17.00.

4. Candi Plaosan

Candi Plaosan
Candi Plaosan

Candi Plaosan berada tidak jauh dari Candi Prambanan. Candi ini adalah candi eksotis yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk sang permaisuri Pramudyawadani. Uniknya, arsitektur Candi Plaosan adalah perpaduan dari arsitektur candi Hindu dan Budha.

Lokasi Candi Plaosan adalah di Dusun Bugisan, Kecamatan Prambanan. Sementara kompleks candi sendiri terbagi menjadi dua. Yaitu Candi Plaosan Kidul Dan Candi Plosan Lor. Seakan kembar, kedua candi memeiliki teras berbentuk segi empat juga tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat. karena kesamaan itulah Candi Plaosan lor dan  Candi Plaosan Lor terlihat bagai pinang dibelah dua jika dilihat dari kejauhan. Karena itu Candi Plaosan juga dikenal sebagai Candi Kembar di Yogyakarta.

5. Candi Barong

Candi Barong
Candi Barong

Menngunjungi Dusun Candisari, Sambirejo ada juga candi kembar yang berdiri tegap di pelataran tiga tingkat yang luas. Candi tersebut ada lah Candi Barong yang merupakan tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri sang dewi kesuburan. Berdasarkan sejarahnya, Candi Barong ini diperkirakan dibangun antara abad ke-9 dan 10.

Nama Candi Barong sendri menjadi terkenal karena ada hiasan kala yang merupakan sosok raksasa menyeramkan berbentuk barong yang menghiasai setiap pintu gerbang masuk candi. Padahal dalam kepercayaan hindu kala barong sendiri sebenarnya adalah para penjaga kesucian bangunan. Jadi bukan sesuatu yang menyeramkan.

6. Candi Sambisari

Candi Sambisari
Candi Sambisari

Candi Sambisari diperkirakan dibangun antara tahun 812 – 838 M, kemungkinan pada masa pemerintahan Rakai Garung. Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang yang bernama Karyowinangun pada tahun 1966. Setelah penemuann tidak sengaja itu baru dilakukan penggalian yang berlanjut pada penemuan ratusan batuan candi dan arca kuno.

Lokasi Candi Sambisari berada di Dusun Sambisari, Kelurahan Purwomartani Kecamatan Kalasan Sleman. Lokasinya hanya berada sekitar 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Kompleks candi sendiri terdiri dari 1 buah candi induk dan 3 buah candi pendamping. Terdapat 2 pagar yang mengelilingi kompleks candi, satu pagar telah dipugar sempurna, sementara satu pagar lainnya hanya ditampakkan sedikit di sebelah timur candi. Masih sebagai pembatas, terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar di setiap arah mata angin. Tiket masuk ke Candi Sambisari adalah Gratis, dan candi dibuka setiap hari dari jam 09:00 – 16:00.

7. Candi Tara

Candi Tara atau Candi Kalasan
Candi Tara atau Candi Kalasan

Candi Tara ini adalah candi yang dibuat dan dipersembahkan untuk Dewi Tara. Candi ini memiliki keunikan berupa dinding luarnya yang dilapisi oleh semen kuno. Candi Tara juga merupakan Candi Budha tertua di Yogyakarta yang dibangun oleh seorang  Rakai Panangkaran, raja dari dinasti Syailendra yang salah satu yang mengkonsep pendirian Borobudur.

Lokasi Candi Tara berada di Kalibening, Kalasan. Karena itu candi ini kadang juga dikenal sebagai Candi Kalasan. Proses pembuatannya selesai pada tahun 778 M, dan berdiri tak jauh dari Jalan Yogya Solo. Berdasrakan sejarahnya Candi Tara ini dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Selain sebagai hadiah perkawinan, candi itu juga merupakan tanggapan usulan para raja untuk membangun satu lagi bangunan suci bagi Dewi Tara dan biara bagi para pendeta.

Note : Yogyakarta adalah salah satu dari beberapa kota tujuan wisata terbaik di Indonesia. Mulai dari wisata sejarah, wisata belanja, hingga wisata alam ada di Yogyakarta. Menuju kota Yogyakarta bisa dicapai dengan kereta api dari berbagai kota besar di Jawa. Atau bisa juga dilakukan dengan penerbangan murah ke Yogyakarta baik dari luar negeri atau dalam negeri seperti Bandung, Jakarta dan Bali.

Berbagi itu menyenangkan!

About the author

Temukan inspirasi dan informasi seputar traveling dan perjalanan di LiburMulu.com. Secara rutin LiburMulu.com akan berbagi informasi tetang perjalanan liburan, cerita traveling, review hotel. review destinasi, contoh itinerary, dan tips – tips perjalanan dan traveling baik di Indonesia atau di Luar Negeri. Jadi… Kapan Kita Kemana Kawan?

1 Response
%d bloggers like this: