Yamashina adalah area di tenggara Kyoto, yang terletak di sepanjang rute yang menghubungkan Kyoto dan Nara. Nara merupakan ibu kota sebelum Kyoto dan Jalan Narakaido, yang menghubungkan dua ibu kota tersebut, memiliki peranan penting selama berabad-abad. Selain makam para kaisar dan sebuah kuil besar, Yamashina terkenal dengan kerajinan tembikarnya, mulai dari mangkuk teh hingga barang-barang hias yang indah untuk penggunaan sehari-hari, termasuk piring dan cangkir kopi.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Yamashina adalah Kuil Daigoji yang mendominasi pemandangan. Kuil ini terletak di Gunung Daigo dan merupakan salah satu kuil terbesar di Kyoto. Daigoji terdiri dari lebih dari 90 bangunan yang terletak di sepanjang lereng gunung. Kuil ini didirikan pada abad ke-9 dan pada abad ke-16, Toyotomi Hideyoshi mengadakan pesta melihat bunga sakura di sini.
Kuil Daigoji terbagi menjadi tiga bagian, dengan bagian atas gunung yang disebut Kami-Daigo membutuhkan pendakian. Meskipun pendakian ini tidak mudah, Anda akan mendapatkan kesendirian dan pemandangan yang indah sebagai balasannya. Kuil Daigoji terkenal dengan pagoda berlantai lima. Pagoda ini adalah struktur tertua di Kyoto, yang dibangun pada tahun 951.
Yamashina juga merupakan pusat komunitas kerajinan tembikar di Kyoto. Komunitas tembikar ini telah ada sejak abad ke-15 dan ke-16. Banyak toko kerajinan tembikar dan pedagang besar masih dapat ditemukan di lingkungan Kiyomizuyaki Danchi. Kerajinan tembikar Kiyomizuyaki yang indah dan berwarna-warni terkenal di Yamashina. Seni ini berkembang pesat pada abad ke-16 dan masih terus dilakukan hingga saat ini. Kiyomizuyaki diproduksi dengan sangat hati-hati dan menggunakan warna-warna yang cerah. Kerajinan ini semakin populer di kancah internasional, tetapi Anda masih dapat menemukan barang-barang dengan harga terjangkau di Yamashina.
Setiap tahun, Yamashina juga mengadakan festival tembikar yang disebut Kiyomizuyaki no Sato Matsuri pada Jumat, Sabtu, dan Minggu ketiga bulan Oktober. Di festival ini, Anda dapat menemukan tembikar yang sangat terjangkau. Banyak pedagang kaki lima yang berjualan tepat di depan Stasiun Yamashina, serta banyak penjual makanan dan minuman.
Yamashina memiliki sejarah yang kaya, terutama sebagai persimpangan jalan sejarah. Selain berada di Jalan Narakaido, Yamashina juga menjadi salah satu pemberhentian penting di Jalan Tokaido, yang menghubungkan Kyoto dan Osaka dengan Edo (Tokyo tua). Jalur Shinkansen Tokaido dan Jalur Utama Tokaido JR masih membawa nama rute tersebut hingga saat ini. Yamashina juga memiliki banyak makam tokoh sejarah penting, termasuk makam Kaisar Tenji (626–672); Sakanoue no Tamuramaro (758–811), seorang shogun dan jenderal terkenal; dan Kaisar Daigo (885–930). Makam Kaisar Tenji adalah makam Kekaisaran tertua di Kyoto.
Yamashina dapat dengan mudah diakses melalui kereta dari Stasiun JR Kyoto. Dari Stasiun Kyoto, naiklah Kereta Jalur JR Tokaido-Sanyo (Jalur Biwako) menuju Stasiun Yamashina. Hanya berjarak satu perhentian saja.
Yamashina adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi para pecinta sejarah dan seni. Dengan kekayaan sejarahnya yang mencakup kuil-kuil dan makam-makam kuno, serta kerajinan tembikar yang indah, Yamashina menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat ini saat Anda berada di Kyoto.
Alamat dan Peta Lokasi :
Yamashina-ku, Kyoto-shi, Kyoto-fu
Temukan Peta Lokasinya Di Google Maps Sekarang!
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com