Japanese Cemetery Park adalah sebuah taman pemakaman yang tenang yang dulunya digunakan untuk pemakaman penduduk Jepang di singapura. Terletak di distrik Hougang, taman pemakaman terbesar dan paling terawat di Asia Tenggara ini mencakup area seluas 30.000 meter persegi dan menyimpan 1.000 makam orang yang telah meninggal dunia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah taman pemakaman ini, apa yang dapat kita temui jika mengunjunginya, dan bagaimana cara menuju ke sana.
Taman pemakaman Jepang ini didirikan pada tahun 1891 dan awalnya mencakup makam individu dari komunitas Jepang di Singapura. Makam-makam ini mencakup orang-orang yang terlibat dalam pertanian, perikanan, penambangan, dan penerbitan. Namun, pada tahun 1973, taman pemakaman ini ditutup untuk pemakaman dan kemudian dinyatakan sebagai taman kenangan pada tahun 1987. Saat ini, perawatan taman pemakaman ini berada di bawah pengawasan Asosiasi Jepang Singapura.
Salah satu orang terkenal yang dimakamkan di sini adalah Otokichi Yamamoto, penduduk Jepang pertama di Singapura. Selain itu, ada juga makam Weng Ya Zhang, penjaga pertama taman pemakaman ini, dan Hisaichi Teruachi, komandan Pasukan Ekspedisi Selatan. Taman pemakaman ini juga menyimpan abu dan sisa-sisa prajurit militer Jepang dari Perang Dunia II.
Ketika pertama kali didirikan, makam-makam di taman pemakaman ini ditandai dengan salib kayu sederhana. Namun, seiring dengan kemakmuran yang semakin meningkatnya masyarakat Jepang di Singapura, desain makam-makam tersebut semakin rumit dan indah. Kini, patung Jizo (dewa dan Bodhisattva Jepang) dan pilar-pilar Korintus menghiasi taman pemakaman ini.
Bagi pengunjung yang ingin mengagumi Aula Doa di taman pemakaman ini, mereka dapat mengunjunginya. Aula Doa ini didirikan pada tahun 1986. Selain itu, pengunjung juga dapat berjalan-jalan di taman pemakaman yang tenang ini dan mengambil foto di bawah gerbang bunga yang indah. Namun, pengunjung diingatkan dengan tegas untuk tetap menghormati orang yang telah meninggal. Beberapa panduan yang harus diikuti adalah tidak menyentuh batu nisan atau monumen, menjaga anak-anak agar tidak berlarian di sekitar makam, dan tidak mengambil apa pun dari makam.
Untuk menuju ke Japanese Cemetery Park, pengunjung dapat menggunakan MRT Jalur Utara Selatan hingga stasiun Ang Mo Kio, lalu naik bus 76 di Ang Mo Kio Avenue 3. Setelah sembilan pemberhentian, turunlah di Toho Green di sepanjang Yio Chu Kang Road. Jam operasional taman pemakaman ini adalah dari pukul 07.00 hingga 19.00 setiap harinya.
Bagi para penjelajah dan wisatawan yang ingin menjelajahi Singapura dengan mudah, mereka dapat melihat panduan kami tentang cara berkeliling Singapura dengan nyaman. Panduan tersebut memberikan informasi tentang berbagai moda transportasi yang tersedia di Singapura.
Dalam kunjungan ke Japanese Cemetery Park, pengunjung akan merasakan ketenangan dan kedamaian di antara makam-makam yang terawat dengan baik. Taman pemakaman ini juga merupakan salah satu tempat yang penting dalam sejarah Singapura, karena menyimpan kenangan dan makam para penduduk Jepang yang pernah tinggal dan berkontribusi di negara ini. Dengan menghormati dan menghargai tempat ini, kita dapat mempelajari lebih banyak tentang sejarah dan budaya Jepang di Singapura. Jadi, jika Anda mencari tempat yang tenang untuk mengunjungi di Singapura, jangan lupa untuk mengunjungi Japanese Cemetery Park.
Alamat dan Peta Lokasi:
43 Chuan Hoe Avenue, singapore 544880
SG
Jam Buka
7am – 7pm daily
43 Chuan Hoe Avenue, Singapore 544880
SG
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com