
Toyokawa Inari adalah salah satu kuil Inari terkenal di jepang. Dengan ribuan patung rubah merah yang mengenakan bandana di seluruh kuil ini, Toyokawa Inari merupakan salah satu situs religius paling indah di Jepang. Namun, yang menarik adalah bahwa meskipun Toyokawa Inari dikenal sebagai kuil Inari, sebenarnya kuil ini adalah sebuah kuil Buddha dari aliran Soto.
Sejarah Toyokawa Inari dimulai pada tahun 1441 ketika biksu bernama Tokai Gieki mendirikan kuil ini. Tokai Gieki adalah seorang biksu yang sangat dihormati dalam agama Buddha, dan dia memutuskan untuk mendirikan kuil ini untuk menghormati Inari, dewi panen dan kekayaan dalam kepercayaan Shinto. Namun, karena unsur sinkretisme agama yang terjadi di Jepang pada saat itu, kuil ini juga mencakup ajaran Buddha dari aliran Soto.
Untuk mencapai Toyokawa Inari, Anda dapat menggunakan kereta api. Ambil kereta api yang menuju ke Toyohashi dari Stasiun Meitetsu Nagoya. Setelah itu, Anda perlu berganti kereta di Stasiun Ko dan naik kereta yang menuju ke Stasiun Toyokawa-inari. Dari sana, kuil ini hanya berjarak tiga menit berjalan kaki.
Saat Anda memasuki Toyokawa Inari, Anda akan disambut oleh sebuah pintu gerbang yang terbuat dari sepotong kayu tunggal dengan tinggi mencapai 4,5 meter. Di samping pintu gerbang ini, terdapat sepasang patung penjaga kuil Buddha yang sangat menakutkan. Pintu gerbang ini menjadi pintu masuk ke kuil utama Toyokawa Inari.
Setelah Anda memberikan doa kepada dewa atau dewi pilihan Anda, Anda dapat menjelajahi kuil ini lebih lanjut. Di sebelah kanan kuil utama, terdapat tangga yang menuju ke bawah. Di sinilah Anda akan menemukan Kuil Myogen yang menyimpan patung seribu tangan Kannon. Patung ini merupakan salah satu atraksi yang sering terlewatkan oleh kebanyakan pengunjung.
Selanjutnya, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke belakang kuil Okuno-in, melewati jalan-jalan berliku yang dihiasi dengan bendera-bendera sebagai tanda persembahan. Di sana, Anda akan menemukan Reiko-Zuka, sebuah bukit yang ditutupi dengan patung rubah batu yang mengenakan bandana merah. Patung-patung ini merupakan utusan rubah yang diyakini membawa pesan kepada dewa Inari.
Setelah menjelajahi kuil, Anda dapat mengisi perut Anda dengan mencicipi makanan khas setempat. Di sepanjang jalan di depan pintu masuk kuil, terdapat berbagai restoran dan toko oleh-oleh. Anda dapat mencoba Inari zushi, yaitu tahu goreng yang diisi dengan nasi sushi. Makanan ini diyakini menjadi makanan favorit patung rubah di Toyokawa Inari.
Toyokawa Inari juga merupakan tempat yang cocok untuk berbelanja oleh-oleh. Di sekitar kuil, terdapat berbagai toko yang menjual souvenir, seperti patung rubah miniatur, kain tenun tradisional, dan berbagai macam kerajinan tangan. Anda dapat membeli oleh-oleh ini sebagai kenang-kenangan dari kunjungan Anda ke kuil ini.
Selain itu, Toyokawa Inari juga terkenal dengan festival-festival yang diadakan setiap tahunnya. Festival terbesar adalah Festival Rubah yang diadakan pada bulan Mei. Selama festival ini, ribuan orang berkumpul di kuil untuk berdoa dan mengikuti berbagai acara seperti tarian tradisional dan pertunjukan musik. Festival ini merupakan waktu yang tepat untuk merasakan kegembiraan dan kehidupan yang ada di sekitar kuil.
Dengan sejarah yang kaya dan keindahan alam yang memukau, Toyokawa Inari adalah tempat yang layak untuk dikunjungi. Kuil ini menggabungkan unsur-unsur agama Shinto dan Buddha dengan harmonis, menciptakan atmosfer yang unik dan menarik. Apakah Anda seorang pecinta sejarah, penggemar seni, atau hanya ingin merasakan keindahan alam, Toyokawa Inari adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi.
Alamat dan Peta Lokasi :
Toyokawa-cho, Toyokawa-shi, Aichi-ken
Temukan Peta Lokasinya Di Google Maps Sekarang!
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com