
Museum Seni Barat Nasional, atau Kokuritsu Seiyo Bijutsukan dalam bahasa jepang, adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta seni dan arsitektur di Tokyo. Dengan bangunan utamanya yang dirancang oleh arsitek ternama asal Prancis, Le Corbusier, museum ini menjadi pusat seni barat klasik serta Japonisme, interpretasi seni Jepang oleh seniman barat seperti Degas dan van Gogh. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi berbagai aspek menarik dari Museum Seni Barat Nasional, mulai dari koleksi seni yang luar biasa hingga desain arsitektur yang memukau.
Koleksi museum ini sangat kaya dan beragam. Salah satu koleksi yang paling menonjol adalah koleksi karya-karya oleh Auguste Rodin. Rodin adalah seorang seniman asal Prancis yang terkenal dengan karya-karya patungnya yang mengesankan. Museum ini memiliki banyak patung Rodin yang dipajang di dalam dan luar bangunan. Dua patung paling terkenal oleh Rodin yang dipamerkan di sini adalah “The Thinker” dan “Gates of Hell”. Patung-patung ini menjadi daya tarik utama bagi pengunjung museum.
Selain koleksi Rodin, museum ini juga memiliki banyak karya seni lainnya yang layak untuk dilihat. Salah satu seniman yang patut dicatat adalah Claude Monet, seorang seniman Impresionis terkenal. Karya Monet yang paling terkenal yang dipamerkan di sini adalah “Water Lillies”. Monet pernah menawarkan untuk menjual karya-karyanya kepada Matsukata, seorang pengumpul seni Jepang yang dekat dengannya. Matsukata membeli 18 karya Monet, yang kini menjadi bagian dari koleksi museum ini.
Selain koleksi seni yang menakjubkan, museum ini juga menawarkan desain arsitektur yang luar biasa. Bangunan utama museum ini dirancang oleh Le Corbusier, salah satu arsitek paling berpengaruh abad ke-20. Desain bangunan ini memperlihatkan banyak ciri khas dari gaya arsitektur Le Corbusier. Jendela dari lantai ke langit-langit dan penggunaan ketinggian langit-langit yang berbeda dalam satu ruangan adalah contoh-contoh desain yang khas dari Le Corbusier. Konsep kunci dari Le Corbusier, yaitu Modulor, juga diwujudkan dalam desain bangunan ini, sehingga memberikan kesan ruangan yang luas namun juga intim.
Pada tahun 2016, museum ini diakui sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, menjadikannya situs Warisan Budaya Dunia pertama di Tokyo dan yang ke-20 di Jepang. Pengakuan ini diberikan karena desain bangunan museum ini yang dirancang oleh Le Corbusier. Le Corbusier memiliki 17 karya di tujuh negara yang ditambahkan ke daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO. Banyak fitur-fitur yang membuat karya Le Corbusier terkenal terlihat jelas dalam desain bangunan ini. Penggunaan jendela dari lantai ke langit-langit dan variasi ketinggian langit-langit dalam satu ruangan adalah contoh-contoh dari gaya khas Le Corbusier yang terlihat dalam desain bangunan ini.
Saat merancang bangunan ini, Le Corbusier percaya bahwa bangunan ini harus dapat tumbuh seiring dengan berkembangnya koleksi museum. Hal ini terbukti benar setelah beberapa tahun pembangunan museum, dimana koleksi museum terus bertambah. Tiga arsitek Jepang yang menjadi murid dari Le Corbusier, yaitu Kunio Maekawa, Junzo Sakakura, dan Takamasa Yoshizaka, terlibat dalam pengembangan museum ini. Mereka bertanggung jawab atas pembangunan aula kuliah dan gedung kantor pada tahun 1964, kantor tiket pada tahun 1984, dan bangunan tambahan pada tahun 1979.
Salah satu koleksi yang paling menonjol di museum ini adalah The Matsukata Collection. Koleksi ini dikumpulkan selama lebih dari 10 tahun oleh Kojiro Matsukata, seorang pengusaha dan anak ketiga dari Masayoshi Matsukata, seorang politisi terkenal dari era Meiji dan dua kali menjadi Perdana Menteri Jepang. Matsukata mengumpulkan lebih dari 10.000 karya seni, terutama dari Eropa. Namun, setelah Perang Dunia II, koleksi ini disita oleh Prancis. Pada tahun 1959, koleksi tersebut dikembalikan kepada Jepang oleh pemerintah Prancis, yang kemudian mengarah pada pembangunan museum ini.
Museum Seni Barat Nasional tidak hanya menawarkan pengalaman seni yang luar biasa, tetapi juga lokasinya yang strategis di dalam Taman Ueno. Setelah mengunjungi museum ini, pengunjung dapat melanjutkan petualangan mereka di Taman Ueno yang menyimpan banyak tempat menarik lainnya. Terdapat berbagai museum lain di sekitar taman ini, seperti Museum Nasional Tokyo dan Museum Alam dan Sains Nasional. Selain itu, Taman Zoologi Ueno dan Kuil Kan’ei-ji juga berada di dekat museum ini. Pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai kuil dan kuil lainnya di sekitar area ini, seperti Kuil Nezu-jinja dan Kuil Yushima Tenjin. Bagi yang suka kuliner dan berbelanja, Ameyoko juga merupakan tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Untuk mencapai Museum Seni Barat Nasional, pengunjung dapat menggunakan berbagai jalur transportasi. Jika menggunakan JR Yamanote Line, museum ini hanya berjarak satu menit berjalan kaki dari Stasiun Ueno, Keluaran Taman. Jika menggunakan Jalur Keisei, museum ini berjarak tujuh menit berjalan kaki dari Stasiun Keisei Ueno. Jika menggunakan Jalur Subway Tokyo Metro Ginza atau Hibiya, museum ini berjarak delapan menit berjalan kaki dari Stasiun Ueno.
Dalam kesimpulannya, Museum Seni Barat Nasional adalah tempat yang menakjubkan untuk mengagumi seni barat klasik dan Japonisme di Tokyo. Dengan koleksi seni yang luar biasa, desain arsitektur yang memukau, dan lokasinya yang strategis di Taman Ueno, museum ini menjadi tujuan yang wajib dikunjungi bagi pecinta seni dan arsitektur. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Seni Barat Nasional saat berada di Tokyo.
Alamat dan Peta Lokasi :
7-7 Uenokoen, Taito-ku, Tokyo-to
Temukan Peta Lokasinya Di Google Maps Sekarang!
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com