Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang salah satu tempat bersejarah di singapura yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Reflections at Bukit Chandu (RBC). Tempat ini merupakan sebuah pusat interpretasi yang mengabadikan kisah heroik dari Regiment Melayu dalam Pertempuran Pasir Panjang pada masa Perang Dunia II. Tempat ini terletak di sebuah bangunan bungalow yang memiliki pengaruh gaya art deco dan berasal dari tahun 1930-an. Pusat interpretasi ini pertama kali didirikan pada tahun 2002 dan kini telah dibuka kembali pada bulan September 2021 dengan tambahan artefak, pameran, dan tampilan yang baru, sehingga memberikan pengunjung wawasan yang lebih mendalam tentang kisah keberanian ini yang terus bergema hingga saat ini.
Reflections at Bukit Chandu (RBC) merupakan sebuah tempat yang menghormati Regiment Melayu yang melakukan perlawanan heroik terhadap pasukan Jepang dalam Pertempuran Pasir Panjang. Pada masa Perang Dunia II, Bukit Chandu menjadi lokasi pertempuran sengit yang menjadi puncak dari apa yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Singapura. Bungalow RBC ini berjarak hanya beberapa langkah saja dari Posisi 226, posisi militer di mana 1.400 prajurit dari Regiment Melayu melakukan perlawanan terakhir mereka terhadap pasukan Jepang yang berjumlah 13.000 pada tanggal 14 Februari 1942. Dipimpin oleh Letnan Adnan Saidi, para prajurit dari Kompi “C” Brigade Melayu Pertama bertahan meskipun jumlah mereka jauh lebih sedikit, dan bertempur sampai mati. Setelah pertempuran berakhir, banyak prajurit regiment tersebut yang dibunuh karena menolak melepaskan seragam mereka, sejalan dengan moto regiment mereka, ‘Ta’at Setia’ (berani dan setia). Letnan Adnan Saidi kemudian dianugerahi penghargaan atas keberaniannya secara anumerta oleh pemerintah Inggris, dan pasukannya yang pahlawan selalu dikenang atas pengorbanan mereka dalam mempertahankan Singapura.
Saat mengunjungi Reflections at Bukit Chandu, pengunjung akan menemukan berbagai wawasan tentang kehidupan para prajurit yang berani ini, yang berjuang untuk sebuah tanah air yang belum menjadi sebuah negara. Begitu memasuki pusat interpretasi ini, pengunjung akan disambut dengan patung yang menggambarkan sekelompok prajurit dari Regiment Melayu yang sedang mengoperasikan meriam, sebagai bentuk penghormatan atas keberanian mereka. Di lantai pertama pusat interpretasi ini, terdapat pameran yang terdiri dari tiga bagian, yaitu “Bukit Chandu: Pertempuran Poin 226”. Pameran ini mencakup asal usul dan perlengkapan dari Regiment Melayu, perbuatan heroik mereka selama Pertempuran Pasir Panjang, serta keberanian mereka setelah pertempuran berakhir. Di pameran ini, terdapat berbagai artefak dari masa yang penuh gejolak tersebut, termasuk peluru dari pertempuran, rekaman video Letnan Adnan saat parade seremonial, dan selongsong peluru yang ditemukan saat penggalian pada tahun 2019. Lantai kedua pusat interpretasi ini menyajikan galeri-galeri yang menceritakan sejarah Bukit Chandu dan sekitarnya pada masa yang lebih damai sebelum perang, termasuk sejarahnya sebagai pabrik pengemasan candu dan perkebunan nanas yang tersebar di sekitarnya.
Untuk mengunjungi Reflections at Bukit Chandu, pengunjung disarankan untuk memesan tiket masuk melalui situs web museum atau melalui chatbot untuk memastikan kelancaran dan pembayaran tanpa kontak fisik. Bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap, masuk ke tempat ini gratis (harap menunjukkan KTP sebelum masuk). Selain itu, pengunjung juga dapat mendukung tempat ini dengan membeli berbagai merchandise khusus dari Museum Label yang terinspirasi dari koleksi museum ini.
Reflections at Bukit Chandu merupakan tempat yang layak untuk dikunjungi bagi mereka yang tertarik dengan sejarah dan ingin mengetahui lebih dalam tentang kisah heroik Regiment Melayu dalam Pertempuran Pasir Panjang. Tempat ini tidak hanya menyajikan informasi sejarah yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengharukan dan menginspirasi tentang keberanian dan pengorbanan para prajurit tersebut. Melalui pengunjungannya ke tempat ini, kita dapat menghormati dan menghargai perjuangan mereka dalam mempertahankan Singapura pada masa yang sulit tersebut.
Alamat dan Peta Lokasi:
31-K Pepys Road, singapore 118458
SG
Jam Buka
9.30am to 5pm (Tuesdays to Sundays)
Closed every Monday except Public Holidays
Last admission at 4.30pm
31-K Pepys Road, Singapore 118458
SG
Subscribe, follow @liburmuluid and liburmulu.com